UPPKH KABUPATEN GUNUNGKIDUL - www.pkhgunungkidul.com
IBU- IBU LUAR BIASA DI AMBANG BERDIKARI MERAJUT INDONESIA MADANI - www.pkhgunungkidul.com

IBU- IBU LUAR BIASA DI AMBANG BERDIKARI MERAJUT INDONESIA MADANI

DETAIL BERITA 23 Januari 2017 06:01 WIB,   Jurnalis: Suwiyono,   Dibaca : 868kali
  Foto : artikel Suwiyono  
Share :

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat Islam, semoga puasa kita pada bulan ini benar – benar bisa meningkatkan kepekaan hati kita kepada sesama dan menambah keiklhasan kita dalam menaati ALLAH SWT, sehingga semua orang akan merasakan aman baik harta, nyawa dan martabatnya jika bersanding dengan kita.  Selain dari cerita pelaksaan FDS yang banyak di paparkan pada paparan – paparan tulisan sebelumnya , ijinkan saya akan berusaha menyampaikan sisi lain dan pelaksanaan FDS yang tentunya sangat luar bisa. Setelah memasuki sesi ke dua modul ke dua FDS tentang pengelolaan ekonomi keluarga, ada hal menarik  yang membuat saya belajar lebih banyak dari para peserta.ini tentang ibu - ibu yang sebagian besar sama sekali tidak mengenal kata emansipasi wanita kecuali hanya sebatas selentingan di telingan dan tanpa mengetahui makna sebenarnya, akan tetapi mempraktekanya seolah – olah para ahli, di bidangnya masing – masing. Mungkin ini juga yang di namakan belajar dari sesuatu yang kemudian melahirkan tindakan dan akhirnya akan menuai hasil. Bukan mempelajari sesuatu yang pada ujungnya melahirkan seorang dengan setumpuk pengetahuan akan tetapi tidak mampu melaksanakanya kecuali hanya sebatas teori. Pada salah satu sesi di pertemuan FDS ada yang mengidentifikasi tentang penghasilan keluarga, dari sini  saya mengetahui contoh ibu – ibu luar biasa yang membuat kita semua pantas untuk meniru etos kerja mereka, ijinkan saya menceritakan dua orang dari ibu – ibu itu. Ibu hebat kita yang pertama bernama Ibu Esti Damayanti . lulusan salah satu SMP di paliyan , ibu kita ini tinggal di Dusun Tahunan, Desa Krangduwet, dekat kuburan sebalah lapangan, Rumahnya mendapat bantuan Rehap rumah , ibu hebat kita yang satu ini adalah ibu rumah tangga merangkap tukang cetak list gypsum,  mencetak list gypsum adalah pekerjaan yang lazim di kerjakan laki - laki mulai dari membuat  campuran untuk cetakan sampai mencetak harus di lakukan dengan hati – hati ,dari bahan yang akan gatal jika terkana kulit dan tentu saja belepotan kotor tidak membuat nya menyerah untuk membuatnya, setelah mempersiapkan bekal untuk anaknya yang sekarang kelas 3 SMP ibu dari satu orang anak ini, yang suaminya pekerjaan adalah petani yang sambilanya mencari ikan di sungai untuk di jual, ibu Esti berangkat menuju tempat kerja mencetak gipsumnya , di bekerja mulai dari jam 8 pagi sampai 4 sore, ibu Esti ini juga memelihara kambing yang merupakan program dari  KUBE PKH, beliau menyisihkan sebagian penghasilnya di rumah, sekarang saya harus kerja lebih giat mas, “ saya kan sudah menjadi peserta PKH dan menurut  panjenengan(kamu) . anak PKH harus sampai SMA, jadi saya sebagi peserta PKH harus giat bekerja mas supaya  bisa menyekolahkan sampai SMA” kata ibu esti pada saat pertemuan kepada saya. ibu kita yang kedua adalah ibu Eni astuti , ibu dengan 2 orang anak yang pernah operasi kangker payudara, sehingga  pada waktu lulus SMP anaknya yang pertama harus saya ikutkan program pelunasan bayaran sekolah melalui dinas sosial karena ada tunggakan bayaran, hidup dengan menumpang di rumah orang lain tak membuat ibu ini patah semangat sumainya yang buruh bangunan yang terkadang tidak bekerja jika tidak ada pekerjaan membuat ibu Eni harus mencari penghasilan lain, ibu Eni ini termasuk orang yang kreatif dan ulet dalam mengembangkan ekonomi keluarganya pertama beliau melakukan usaha loundri , berbekal kempuan alamiah seoarang ibu , ibu Eni membuka laundry dengan komsumen  para tetangga nya, namun sayang usaha ini tidak cukup berhasil, akhirnya ibu Eni pindah profesi sebagai tukang pencari barang bekas, dan sampai saat ini ibu Eni juga menggoreng peyek rumput laut yang di setorkan ke warung – warung. Dari usahanya tersebut sekarang anaknya yang pertama sudah lulus SMA…”matur nuwun mas,..untunge onten pkh nek mboten nopo saget kulo nyekolahke anak kulo “( terimakasih mas untungya ada PKH kalau tidak apa bisa saya menyekolahkan anaknya) ..katanya kepada saya…Bukan karena PKH bu akan tetapi karena rejeki dari ALLAH SWT yang di titipkan melalui pkh “ jawab saya. Dan masih ada ibu kaminem janda yang harus menopang ibunya yang lansia dan kedua  anaknya, juga ibu wariyem yang suaminya cacat yang semua aktivitasnya harus bergantung pada orang lain,dan ibu ibu lainya lagi yang merupakan ibu – ibu hebat yang tidak bisa kami ceritakan satu per satu. Ibu – ibu ini adalah ibu – ibu yang jujur penuh komitmen sebagai contoh ketika program PKH di sampaikan agar anaknya minimal lulus SMA mereka sudah berpikir keras untuk menyekolahkan anaknya, di samping merasa bersalah jika tidak bisa memenuhi komintmen sebagai peserta PKH juga karena tingkat kesadaran akan pendidikan yang sudah mulai tertanam. Mereka adalah orang – orang yang sangat memperhatikan ketika di beri pengetahuan baru, dan juga takut jika tidak melaksanakan kewajiban (takut karena merasa bersalah jika mengkhianati kepercayaan yang telah di berikan kepada mereka (kpercayaan sebagai peserta PKH)). Sehingga ketika memulai pertemuan selalu saya ingatkan ( agar ibu – ibu tetap melaksankan kewajibanya) : “ bu jenengan sudah menerima hak peserta PKH ( bantuan PKH )itu karena jenengan ( kamu ) sudah melaksanakan kewajiban” maka jangan lupa kewajibanya tetap harus di penuhi, Jika tidak berarti jenengan menutupi rejeki anak ibu ” Melihat dari beberapa contoh di atas saya berkesimpulan bahwa ibu – ibu  ini akan membawa perubahan besar dalam rumah tangga nya masing – masing . Menurut penilain saya ini  terjadi karena proses berutan yaitu PKH sebagai penopang ekonomi dalam keluarga yang di bekali FDS sebagai pembentuk karakter ibu – ibu mulai dari mengasuh anak, mengelola ekonomi sampai cara menyikapi pergaulan dan pola hidup sehat,di dukung dengan KIS dan KIP dan juga KUBE PKH sebagai sarana untuk meningkatkan ekonomi produktif, dan tentunya dengan ijin ALLAH SWT. Dan lagi  di pertemuan kelompok sudah mempunyai rasa kekeluargaan baik antar peserta dan pendamping atau peserta dengan peserta sehingga setiap informasi yang di sampaikan, akan di laksanakan atas dasar kesadaran, maka tujuan membentuk masyrakat yang sadar akan kesehatan dan pendidikan akan terwujud. Sehingga mayarakat yang sejatera akan tercapai, dan Indonesia yang madani akan menjadi kenyataan.


Berita Terkait

Berita Lain


Komentar Berita

Kembali ke atas



UPPKH KABUPATEN GUNUNGKIDUL - www.pkhgunungkidul.com
Jl. KH Agus Salim No 125 Wonosari 55813 Gunungkidul, DI Yogyakarta
Copyright © 2019 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web design by : www.watulintang.com