UPPKH KABUPATEN GUNUNGKIDUL - www.pkhgunungkidul.com
PROFIL KELUARGA PKH IBU SRIMULATI KECAMATAN WONOSARI - www.pkhgunungkidul.com DETAIL RUBRIK 06 Januari 2016 12:01 WIB, oleh : m.tok, dibaca : 2854kali

PROFIL KELUARGA PKH IBU SRIMULATI KECAMATAN WONOSARI


Bagikan tautan :

Ibu Srimulati tinggal Di dusun Kajar III desa Karangtengah, kecamatan wonosari Kabupaten Gunungkidul, ibu Srimulati menempati rumah bambu, yang meskipun tidak begitu besar namun lumayan cukup untuk ditempati bersama suami dan satu orang anak, sebuah rumah model kampung istilah orang- orang disekitar tempat itu menyebut model rumah ibu Srimulati, berdindingkan bambu dan sebagian ber-ubin plesteran dan sebagian lagi masih tanah. Ibu Srimulati tidak bekerja, sedangkan suaminya bapak Sukamto bekerja serabutan, bahkan sering pergi ke luar kota. Sedangkan anak semata wayangnya bernama Ardias bayu saputro, bocah laki-laki yang saat itu ketika saya selaku pendamping PKH bertemu masih berumur 5 tahun, namun sebagian peserta PKH yang rumahnya dekat dengan rumah ibu  Srimulati menyebutkan bahwa Ardian Bayu Saputro adalah anak yang nakal. Sebagian orang lagi yang memiliki pergaulan luas menyatakan bahwa bayu adalah anak hiperaktif.

Sebagai peserta PKH di tahun 2008 ibu Srimulati tidak punya masalah ketika harus menjalankan komitmen, karena cukup di bawa ke posyandu. Namun masalah muncul, ketika Bayu di sekolahkan di taman kanak- kanak ( TK) anak ini selalu berbuat ulah, menggangu temanya  dan Bayu tidak bisa diam, selalu berjalan dan melakukan gerakan –gerakan yang sifatnya menganggu, sehingga Bayu pun tidak lama bersekolah di TK dan hanya di rumah saja.

Ibu Sri mulati berpikir bahwa Bayu akan langsung di sekolahkan di SD saat umur 7, dan  benar, ketika 7 tahun bayu disekolahkan di SD negeri dekat rumah, ternyata Bayu tidak berubah, sama masih suka mengangu temannya, berjalan –jalan di ruangan meskipun sedang pelajaran dan kadang juga mengganngu temenya, hingga akhirnya sekolah negeri menyaranklan agar Bayu di sekolahkan di Sekolah Luar biasa(SLB).

Ibu Srimulati, kemudian kebingungan, Ia tidak tahu dimana SLB itu, bagaimana mendaftarnya, dan Ia tetap ingin mendapatkan bantuan PKH.  Ibu Sri Mulati juga Ingin anak semata wayangnya hidup normal seperti anak- naka seusianya.

Selaku pendamping PKH,  ibu Sri Mulati bersama Bayu kita ajak ke SLB, dan Bayu pun di terima di sekolah SLB tersebut, kurang lebih sudah 5 tahun ini bayu menjadi siswa SLB dan saat ini duduk dikelas 3 SLB N 1 Wonosari, ibu Srimulati pun dengan tekun mengantarkan bayu setiap hari,  hingga suatu ketika pertemuan Kelompok ibu Srimulati mengucapkan terimaksih dan bersyukur dia bisa menjadi peserta PKH.

Kenakalan anaknya sudah iya ketahui sejak lama, namun bagaimana cara mengatasinya dia tidak tahu, keterbatasan pengetahuan dan pengalaman menajdikanya hanya binggung dan diam, akan tetapi dia sangat berharap anaknya hidup normal tidak suka mengganggu temannya, bisa menulis dan membaca, tapi kemana membawa Bayu agar bisa membaca dan menulis itu, sekolah TK menolak, sekolah Dasar dekat rumah menolak, untung ada PKH, PKH membawa Bayu Ke sekolah Luar biasa, Sehingga Bayu bisa bersekolah Disana anak- anak seperti Bayu tidak sendiri, banyak, dan disana diajari menulis dan membaca dan perlahan-lahan perilakunya juga ikut berubah, meskipun saat inimasih belum layaknya anak- anak normal, namun sudah cukup banyak perilaku Bayu beubah, suda bisa mulai terkendali. Sekali lagi Bu Sri mulati mengucapkan Terimaksih pada PKH.

 


Komentar sosok

Tokoh Lain Kembali ke atas

UPPKH KABUPATEN GUNUNGKIDUL - www.pkhgunungkidul.com
Jl. KH Agus Salim No 125 Wonosari 55813 Gunungkidul, DI Yogyakarta
Copyright © 2019 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web design by : www.watulintang.com